Yuk Berpantun Jilid 2

Senang sekali melihat anstusiasme para sahabat untuk berpalas pantun di edisi sebelumnya.
Pantun, saat ini, memang tidak sepopuler musik rap dari barat sana. Tapi soal rima, tak kalah canggih.
Lebih lagi, pantun sebagai produk budaya, sarat dengan muatan pesan bijak. Cara yang cantik untuk mengungkapkan kan maksud, bercanda, atau bahkan perasaan.
Apakah karena saya orang melayu? Enggak juga, kalaupun toh saya tidak dilahirkan di tanah melayu Belitong, saya tetap suka rima
Banyak produk kebudayaan nusantara yang ‘mirip’ dengan pantun, alur-alur bahasanya menggunakan rima. Bahkan lagu-lagu yang saya tau dari angkatan ‘bapak saya’ selalu indah bagi saya karena susunan rima yang menarik *tidak berlaku untuk lagu pop yang sekarang fu fu fu…*
Hati bertambah senang karena keikutsertaan para sahabat ‘pecinta kata’; Julie , Pak IndraCorner , pak Mars , Saus Kecap, Hakim, pak Trener NH , Bunda , Lalang Senja , Orange Float, Bibi Titi Teliti , Delia , Asop , Sunflo.
Saya pikir, tak perlu jago berbahasa, tak perlu berkecil hati, pun minder jika membaca pantun-pantun yang ada di edisi sebelumnya. Tujuan saya hanya ingin bersenang-senang dengan pantun, biar hati ceria
Bagi yang ingin berbalas pantun lagi, silakan. Tuan rumah hadirkan Yuk Berpantun jilid 2. [Read the rest of this entry...]